@051006
Sebelas kali lonceng itu berdentang
Mengabarkan sebelas pukul tengah malam
Mataku belum mau berkedip
Saat kereta mimpi menghampiri
Dan pemberangkatannya satu menit lagi
Petugas stasiun menanyakan tiket ku
Aku katakan padanya, telah ku buang tiket itu
Sambil aku bergumam, "Aku ingin ikut pemberangkatan sesudahnya"
Dan aku beli tiket lagi untuk kereta sesudahnya
Aku tunggu waktu itu tiba
Dalam kereta sesudahnya
Perlahan ku naiki kereta, tiba-tiba keseimbanganku goyah
Aku tergelincir perlahan namun pasti
Tiket itu lenyap tergelincir bersamaku
Tak jadi lagi ku naiki kereta itu
Seperti sebelumnya aku menunggu kereta sesudahnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar