Jumat, 23 Oktober 2009
When I can without You
When I can without you
I can without you
I can without you
I can without you
Wew..... The magic word
Ukara kados punika, pengen ku katakan sejak saat itu terjadi.
Tapi begitu sulit terucap, entah apa sebabnya.
Apa karena aku terlalu nggak mau kehilangan dirimu atau karena kau tak mau meninggalkanku?
Entahlah
Yang JELAS SAAT INI AKU BISA BILANG " I CAN WITHOUT YOU!"
Adalah hal yang teramat sangat sulit buat "tak lagi memikirkanmu".
Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa kau juga sama, kau juga rasakan apa yang aku rasakan walau tak selama aku. Karna kau juga menangis saat itu.
Tapi bedanya kau bisa cepat bangkit dari genangan air mata itu DAN aku TIDAK!
Nggak secepat KAMU!
Aku butuh waktu yang ekstra, butuh terapi, butuh ritual yang paling aku benci.
Tapi apa yang terjadi padamu?
Kau bisa komit dengan orang lain cuman dalam waktu 6 bulan saat semua itu terjadi pada kita?
Waktu yg teramat singkat buat aku. Tapi begitu panjang buat kamu.
Iyaaaa, aku tau kau lakukan itu karna tuntutan budaya sosial dunia fana ini.
Budaya yang membuat sebuah ketulusan lenyap seketika!
Bahkan kau tak mampu memperjuangkannya demi orang yang kau cintai?
Betapa lemahnya cinta?
Yang kebanyakan orang mengagungkannya.
Aku juga tak mampu bila kau terlalu lemah atas semua itu.
Nggak ada gunanya ku berjuang bila yang aku perjuangkan sudah tertegun dalam tuntutan budaya sosial dunia.
Akhirnya aku pun menyerah pada apa yang namanya dunia.
Mungkin itu takdir yang harus ku tempuh dan kau lalui.
Walau TERAMAT pedih pil yang kau telan yang kemudian kau bagikan padaku.
Semakin pedih aku rasakan.
Aku cuma bisa berdoa kau bahagia disana dengan pilihan yang sengaja kau pilih untuk melupakanku.
Pilihan yang kau sebut dengan tuntutan.
Tuntutan yang harus kau penuhi.
Yang dalam pemenuhannya kau korbankan hati nan teramat tulus mengabdi padamu.
Dan kau korbankan hati nan teramat biru yang hanya terukir namaku.
TEGA BANGET.
Namun tetap harus ikhlas.
Maafkan aku Tuhan, bila aku sedikit menentangmu.
Tapi selanjutnya aku patuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar