oleh Nyitz Cheche pada 10 Juli 2011 jam 7:47
Berat rasanya jika harus menyembunyikan rasa ini dari Nya
Telah lama aku mencoba untuk berpaling dari Nya
Sekedar tak menoleh ketika Ia memanggilku
Bukan untuk berkhianat dari Nya
Hanya aku memilih jalan yang sedikit berkelok dari yang Ia tawarkan
Banyak jurang terjal dan bukit membentang luas
Tak sedikit lautan lengkap dengan badainya
Butuh hal yang ekstra untuk benar-benar menjelajahinya
Aku masih dalam posisi menghamba pada Nya
Bahkan dengan ketaatan lebih dari biasaku
Membiarkan Nya menggerayangi setiap lorong hatiku
Hingga titik dimana aku tak mampu lagi, memendamnya
Aku benar-benar lemah dan takluk di hadapan-Nya
Atau bahkan ketika Ia benar-benar menelanjangiku dengan segala peringatan-Nya
Dan mencumbuku habis-habisan dengan isyarat-Nya
Segala hal dari diriku adalah milik Nya seutuhnya milik Nya
Wahai Sang Maha Daya Alam Semesta
Love YOU, Gusti Ingkang Maha Agung
TUHANKU
oleh Nyitz Cheche pada 10 Juli 2011 jam 7:47
Berat rasanya jika harus menyembunyikan rasa ini dari Nya
Telah lama aku mencoba untuk berpaling dari Nya
Sekedar tak menoleh ketika Ia memanggilku
Bukan untuk berkhianat dari Nya
Hanya aku memilih jalan yang sedikit berkelok dari yang Ia tawarkan
Banyak jurang terjal dan bukit membentang luas
Tak sedikit lautan lengkap dengan badainya
Butuh hal yang ekstra untuk benar-benar menjelajahinya
Aku masih dalam posisi menghamba pada Nya
Bahkan dengan ketaatan lebih dari biasaku
Membiarkan Nya menggerayangi setiap lorong hatiku
Hingga titik dimana aku tak mampu lagi, memendamnya
Aku benar-benar lemah dan takluk di hadapan-Nya
Atau bahkan ketika Ia benar-benar menelanjangiku dengan segala peringatan-Nya
Dan mencumbuku habis-habisan dengan isyarat-Nya
Segala hal dari diriku adalah milik Nya seutuhnya milik Nya
Wahai Sang Maha Daya Alam Semesta
Love YOU, Gusti Ingkang Maha Agung
TUHANKU
oleh Nyitz Cheche pada 10 Juli 2011 jam 7:47
Berat rasanya jika harus menyembunyikan rasa ini dari Nya
Telah lama aku mencoba untuk berpaling dari Nya
Sekedar tak menoleh ketika Ia memanggilku
Bukan untuk berkhianat dari Nya
Hanya aku memilih jalan yang sedikit berkelok dari yang Ia tawarkan
Banyak jurang terjal dan bukit membentang luas
Tak sedikit lautan lengkap dengan badainya
Butuh hal yang ekstra untuk benar-benar menjelajahinya
Aku masih dalam posisi menghamba pada Nya
Bahkan dengan ketaatan lebih dari biasaku
Membiarkan Nya menggerayangi setiap lorong hatiku
Hingga titik dimana aku tak mampu lagi, memendamnya
Aku benar-benar lemah dan takluk di hadapan-Nya
Atau bahkan ketika Ia benar-benar menelanjangiku dengan segala peringatan-Nya
Dan mencumbuku habis-habisan dengan isyarat-Nya
Segala hal dari diriku adalah milik Nya seutuhnya milik Nya
Wahai Sang Maha Daya Alam Semesta
Love YOU, Gusti Ingkang Maha Agung
TUHANKU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar