@ 10.30 260306
Ku lalaikan ibadahku demi urusan duniaku
Ku tinggalkan ragaku demi jiwa duniawiku
Ku hentikan nafas akhiratku demi hembusan fanaku
Ku rapuhkan sosialku demi individualismeku
Ku hanyutkan nyataku demi impian biasku
Ku buang ceriaku demi harapan asaku
Ku robek toleranku demi egoku
Ku hancurkan senyumku demi tawa tangisku
Ku patahkan langkahku demi rangkakan deritaku
Ku tutup hatiku demi kebutaan batinku
Ku cekik pita suaraku demi kebisuan mulutku
Ku padamkan cintaku demi api ambisiku
Aku manusia sok sibuk dengan keduniawianku
Hanya bisa melihat satu titik, satu sisi
Tanpa teralih ke sisi lain
Titik yang menghubungkan dengan surga duniaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar