Rabu, 08 Maret 2006

Keajaiban Pena

@ 080306


Seperti sebelumnya
Ku ambil pena lengkap dengan pasangannya
Sebuah buku lusuh,bergaris dan bersampul
Buku yang setiap malam terlantun suatu rasa
Yang gemetar ketika pena mengalun di atasnya
Tertuang sepercik rasa dalam goresan tanpa makna
Begitu juga malam ini
Sama seperti malam-malam sebelumnya
Buku itu terbuka, dan perlahan tertetes sepatah kata
Hanya sepatah tiada berlebih
Tampaknya sang pena sedang gundah
Menyimpan lara dalam benaknya
Buku menutup perlahan dan merintih
Dengan sejengkal kata
Buku berkata sedikit serak
"Aku pun duka bila kau lara"
"Aku tiada arti bila kau tak ada"
"Aku hanyut bila kau tenggelam"
"Aku runtuh bila kau rapuh"
Begitu seterusnya hingga pagi menjelang
Layaknya sahabat yang selalu
Mengerti sekaligus memahami
Setiap rasa sahabatnya

Tidak ada komentar: